First Trip ke Yogyakarta Ala-Ala Semi Backpacker [Day 2 & 3]

Halooo, Kali ini aku bakal lanjutin cerita pengalaman aku waktu di Jogja.
Buat yang belum baca 2 ceria sebelumnya, bisa baca First Trip ke Yogyakarta Ala-Ala Semi Backpacker [Intro]  dan cerita hari pertama First Trip ke Yogyakarta Ala-Ala Semi Backpacker [Day 1]

Next Day! DAY 2
Sabtu, 20 Agustus 2016

Kita udah bangun pagi dan siap-siap mau melanjutkan acara jalan-jalan kita. Setelah sarapan di penginapan, kita cus pergi ke destinasi pertama untuk hari ini, yaitu Taman Tebing Breksi. Lokasi tepatnya di  Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman. Jarak dari penginapan ke Taman Tebing Breksi sekitar 20 KM dan membutuhkan waktu kurang lebih 48 menit. Waktu udah sampai disana ternyata lagi ada acara yang diadain oleh salah satu perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia. Jadinya kita nggak bisa menikmati Taman Tebing Breksi secara keseluruhan, karena yang dibagian panggung digunakan untuk acara itu. Syediihh L Untuk tiket masuknya gratis, cuma bayar biaya retribusi seikhlasnya dan bayar parkir. Habis itu kita masuk deh ke lokasi Taman Tebing Breksi. Disana panas banget dan silaaauu, untung aja bawa kacamata, tapi ga bawa topi L Setelah puas foto-foto dibawah, kita naik ke atas tebingnya. Pemandangan disana baguuss bangeett, dan kelihatan candi juga dari atas sini. Tapi aku gatau itu candi apa. Sebenernya masih pengen explore lebih banyak, tapi sayang tempatnya kepotong gara-gara ada acara salah satu brand sepeda motor.Huhuhuhu L Nah berikut beberapa foto-foto aku waktu di Taman Tebing Breksi.








Kemudian kita melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan. Lokasi tepatnya di Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan membutuhkan waktu kurang lebih 17 menit dengan jarak 6,8 KM dari Taman Tebing Breksi. Waktu setibanya disana, kita beli topi dulu di pasar di Candi Prambanan. Kita beli topi lebar, yang modelnya sepert topi pantai. Awalnya mereka menawarkan harga Rp 60.000,00 terus kita tawar sampai akhirnya jadi Rp 35.000,00 hehehehe, hebat kaannn :D. Sebenernya bukan aku sih yang pintar nawar, tapi temen aku.
Setelah mendapatkan topi yang kita inginkan, kita langsung menuju loket Candi Prambanan. Eh ternyata disana ada paket yang menawarkan Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko dengan harga Rp 50.000,00. Akhirnya kita beli paket yang itu deh. Tujuan pertama adalah ke Candi Ratu Boko. Kita naik shuttle yang sudah disediakan dari Candi Prambanan. Kita mengambil nomor antrian dan antri naik shuttle. Setelah shuttlenya datang, kita langsung naik dan cus ke Candi Ratu Boko.
Waktu sudah sampai di Candi Ratu Boko, kita harus menuruni cukup banyak tangga (kebayang kan baliknya gimana hahahaha) untuk sampai di candinya. Candi nya baguuuss bangeeeett. Aku sangat suka sekali hahahaha. Pemandangannya bagus banget, dipadu sama banyaknya rumput yang hijau bikin pemandangannya semakin bagus. Candi yang simpel ditambah ada tanah lapang dengan rumput yang hijau bikin betah disana dan jadi pengen guling-guling disanaaa. Setelah puas menikmati pemandangan dari Candi Ratu Boko dan berfoto ria, kita turun dan beli es kelapa muda yang segeerr bangeeettt. Dengan harga Rp 15.000,00 aja kalian sudah bisa dapat satu es kelapa muda yang cukup besar dan sudah dilengkapi dengan es batu. Segeerr bangettt kaaann. Kemudian kita keluar dari Candi Ratu Boko dan menunggu shuttle yang akan membawa kita ke Candi Prambanan, meskipun lumayan lama sih dan antri banyak bangeett. Maklum, mungkin karena weekend.






Setelah sampai di Candi Prambanan langsung deh kita cuss dengan sangat bahagia ke candi nya dan berkeliling candi. Candi Prambanan sendiri merupakan kompleks Candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Jadi nggak heran kalau kompleks Candinya luas banget dan banyak banget candinya disana. Dan pastinya Candinya juga bagus bangeett, karena di setiap candinya terdapat patung-patung yang masih berhubungan dengan sejarah dan budaya dari Candi Prambanan ini, diantaranya Patung Roro Jonggrang, Patung Brahma, dan lain sebagainya. Setelah puas berjalan-jalan dan berfoto-foto di Candi Prambanan kita memutuskan untuk beli makan kemudian kembali ke penginapan. Jalan dari Candi ke parkiran cukup jauh dan dengan kaki yang sudah pegal banget (Maklum, efek jarang olahraga hehe).





Kita memutuskan makan di Gudeg Yu Djum. Gudeg sendiri merupakan makanan khas Yogyakarta. Harganya sih lumayan, tapi sangat sebandinglah sama rasa gudegnya yang uweenaakk sekalii. Setelah kenyang kita memustuskan untuk kembali ke penginapan dan siap-siap buat destinasi selanjutnya.

Malamnya, kita ke tempat gelato yang lagi hits di Jogja, yaitu Tempo Gelato. Tempo Gelato sebenarnya ada 2 lokasi di Jogja, tapi kita ke Tempo Gelato yang berlokasi di Jl. Prawirotaman No. 43, Brontokusuma, Yogyakarta. Untuk harga eskrimnya cukup murah, untuk ukuran yang small yang berisi 2 scoop eskrim harganya kurang lebih Rp 25.000,00. Sebenarmya kita pengen beli yang cone tapi conenya udah habis jadi beli yang cup deh. Tempatnya bagus banget dan instagramable banget sih sebenernya. Tapi sayang lagi rame jadi tak bisa futu futu banyak L Setelah dari Tempo Gelato, kita coba ke salah satu Mall di Jogja yaitu Plaza Ambarrukmo (ngga afdhol rasanya kalau nggak nyobain Mall di kota orang) Setelah puas jalan-jalan keliling mall, kita ke angkringan yang ada di Marlioboro. Kita pilih angkringan yang ada di salah satu sudut kota Jogja (asek bahasanya) tepatnya yang di dekat Tugu Jogja. Sambil menikmati suasana malam kota Jogja yang rame tapi tetep syahdu, ditemani dengan gorengan sate-sate dan kopi susu joss. Apa itu kopi susu joss? Itu lo kopi yang didalamnya dikasih arang, unik sih tapi enaakk. Hmmm, ya gini ini nih yang bikin kangen sama suasana Jogja.




LAST DAY! DAY 3
Minggu, 21 Agustus 2016

Setelah bersiap-siap untuk diri sendiri dan barang-barang yang mau dibawa pulang, kita siap untuk perjalanan di hari terakhir. Tapi karena harus check-out jam 12 siang nanti sedangkan kita masih di luar, maka dari itu tas gede yang berisi ‘tetek-bengeknya’ kita titipkan ke penginapan. Untung aja yang punya baik, jadi dibolehin. ‘sungkem’ Karena motor sudah dikembalikan tadi pagi, jadi hari ini kita cuma jalan-jalan di dalam kota Jogjanya aja. Kita berangkatnya naik shuttle yang berlokasi di Ngabean Shelter, di dekat Tempat Parkir bus Ngabean dan kebetulan dekat sama penginapan jadi tinggal jalan kaki aja. Cukup bayar Rp 10.000,00 kita sudah bisa ke 3 tempat wisata di Jogja dengan tujuan Taman Sari – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat – Benteng Van Den Burg. Jadi setelah bayar kita dapat tiket yang setiap kita mau pergi ke tujuan selanjutnya tinggal menunjukkan tiketnya dan langsung bisa naik shuttle yang sudah ada di depan tempat wisatanya. Dan saat di dalam shuttlenya berasa private karena setiap satu shuutle berisi satu rombongan dan rombongan kita hanya berisi 2 orang. Hihihihihii

Tujuan pertama kita adalah ke Taman Sari. Taman Sari adalah salah satu warisan budaya Kota Jogja. Taman Sari ini sendiri merupakan tempat keputrian dan ada juga pemandian putri keraton. Harga tiketnya masuknya Rp 5000,00 dan disana udah puas foto-foto dan masuk ke lokasi perkampungan dengan berbagai hiasan mural di dindingnya. Berikut adalah beberapa foto-foto di Taman Sari.






Tujuan selanjutnya adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Keraton ini merupakan kediaman dari Sultan Yogyakarta. Harga tiket masuknya kurang lebih Rp 2000,00, disana kita sudah dapat melihat peninggalan dan koleksi serta adat-adat dari keraton Yogyakarta. Waktu kita kesana, kebetulan disana sedang ada pertunjukan tari. Kereenn bangeett, jadi berasa masih di jaman kerajaan. Di dalam keraton juga ada sejenis galeri foto yang memajang foto-foto sejarah serta acara-acara yang diadakan oleh keraton. Berikut ini beberapa foto-foto kita waktu di Keraton Ngayogyakarta.







Tujuan terakhir kita adalah Benteng Van Den Burg, tapi karena hari sudah cukup siang dan kita belum beli oleh-oleh akhirnya kita memutuskan buat langsung jalan-jalan ke Marlioboro dan Pasar Beringharjo. Oh iya, di Marlioboro ada toko yang menjual lengkap banget oleh-oleh dan pernak-pernik khas Jogja. Namanya Mirota Batik. Disana dia jual macam-macam, mulai dari baju, sandal, tas, aksesoris, gantungan kunci, sampai pajangan juga ada. Pokoknya betah deh berlama-lama disana soalnya banyak banget barangnya, udah kayak surganya oleh-oleh *lebay. Hehehehehehe.....


Setelah itu, kita kembali ke penginapan buat ambil barang-barang kita dan ke stasin. Karena nggak bawa motor, kita naik bus transjogja dengan jurusan (lupa sih hehe, tapi biasanya satu halte satu rute) harganya Rp 7000,00. Awalnya kita kira haltenya yang kita turun dekat dari penginapan, ternyata lumayan jauh melewai penginapan. Alhasil jalannya lebih jauh deh. Pas sampai penginapan, Ibu di penginapannya baik banget. Nawarin kita mandi malah, padahal udah check-out. Tapi karena kita udah mager, akhirnya kita cuma numpang toilet dan langsung ambil barang. Kita ke stasiun naik ojek yang ditawarkan sama pihak penginapannya juga. Trus jam 20.15 keretanya berangkat dan kita pulaaanggg, hiks L Sebenarnya masih pengen lebih lama di Jogja L hikss. Bener kata orang-orang kalau Jogja itu ngangenin. Baru aja pulang udah pengen balik lagi ke Jogja.

Sekian sharing pengalaman aku yang semi-semi backpaker. Semoga bisa membantu kalian yang mau melakukan perjalanan yang sama. Mohon kritik dan sarannya jugaa. XOXO 😉


TIPS:
1.    Kalau bawa barang banyak dan pengen bebas jalan-jalan, coba tanyakan ke penginapan apakah bisa menitipkan barang. Kalau tidak bisa, barang bisa dititipkan di Stasiun Tugu. Disana terdapat loker-loker yang bisa digunakan untuk menitipkan barang kita.

2.      Kalau mau belanja oleh-oleh (terutama di pasar) harus pintar-pintar menawar. Penawaran pertama sih kalau bisa setengah dari harga yang ditawarkan. Agak kejam sih hehe, tapi nanti kan juga pasti akan naik-naik sampai keteu harga yang disepakatin. Pake bahasa Jawa juga sih kalau bisa.

Astri Nur Rachmawati

Hello! Welcome to my blog. I'm Astri. I'm a full time planner and enjoy life. Hope you enjouy it. Love!

No comments:

Post a Comment

SUBSCRIBE